Pages

Kamis, 23 Agustus 2012

“Keistimewaan wanita dalam Isam”


“Keistimewaan wanita dalam Isam”
            Siapa yang dapat memungkiri bahwa islam memanglah rahmat bagi semesta alam. Islam adalah satu-atunya agama yang menentramkan lahir dan batin manusia. Barang siapa yang mengikutinya, maka kemuliaan akan melingkupinya. Barang siapa menyelaminya maka, kedamaian yang akan selalu menyertainya.
                Islam menyematkan kemuliaan dalam diri seorang wanita. Sang pesona dunia ini, diajarkan oleh Allah SWT untuk tetap menjadi indah dan yang terindahkan. Namun sayang, banyak manusia yang lemah iman dan lemah ilmuyang justru tidak bisa menikmati dan menyadari keindahan itu dala hati mereka. Dan begitu kencangnya fitnah yang tujuan akhirnya sangat jelas, yaitu melucuti keindahan wanita itu sendiri, dengan cara merendahkan mereka layaknya hewan, atau bahkan lebih rendah dari itu. Naudzubillah….
                Didalam islam, wanita diperintahkan oleh Allah untuk menutup aurat para wanita. Sungguh sesuatu yang mahal hargannya akan dijaga bahkan disimpan dan dirawat dengan sangat hati-hati dan dihadiahkan pula tempat teraman dan terbaik. Apakah pernah kita melihat seseorang membuang intan begitu saja??
                Jilbab adalah identitas kemuliaan seorang muslimah, dan sekaligus benteng mereka dari berbagai gangguan orang-orang jahat yang mempunyai niat jahat kepada mereka. Maka maha benarlah Allah dalam firmannya : “yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu”. (Q.S. Al-Ahzab : 59)
                Dan didalam Islam, seorang wanita jika dihadapkan kepada suaminya, memanglah ketaatan yang harus dilakukannya. Namun, seorang laki-laki wajib pula taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari sang ayah. Maka perhatikan baik-baik wasiat Rasulullah SAW, berikut ini….
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata:  “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab ‘Ibumu!’. Orang tersebut bertanta kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘kemudian Ayahmu”. (HR. Bukhari Muslim)
Diantara banyak fitnah yang dihembuskan oleh para musuh-musuh Islam, adalah hal yang menyangkut poligami. Mereka mengatas namakan penderitaan wanita yang di dramatisir sedemikin rupa, agar terlihat lebih simpatik. Bahkan sebenarnya betapa kasihan mereka tentang hal ini. Tingkah polah mereka semakin membuktikan kekurangan akal pada diri mereka. Apakah sudah sampai pada mereka bahwa bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntutkan kepadanya untuk menikahi satu wanita. Dan ini termaksuk pemuliaan pada wanita dmana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam, seperti Allah SWT firmankan di dalam Al-Qur’an : “Namun bila kalian khawatir tidak dapat berbuat adil maka nikahilah satu wanita saja”. (QS. An Nisa : 3)
Begitu dimuliakannya wanita dalam Islam, bahkan para suami yaitu manusia yang paling berhak atas istri-istri mereka, tetaap diperintahkan oleh Allah untuk tidak boleh berbuat sewenang-wenang kepasa istri mereka.
“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut”. (QS. An Nisa : 19)
Hal tersebut tetap berlaku walaupun sang suami dalam keadaan tidak menyukai istrinya. seperti firman Allah SWT berikut ini : “Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (QS. An Nisa :19)
Dan memanglah, kasih sayang Islam begitu sangat melingkupi kaum yang memang diciptakan Allah SWT lebih lemah dari pada laki-laki ini. Maka dari itu, ketika wanita mendapat jatah kurang dari laki-laki , bukan karena tidak adanya keadilan Allah disana, tapi sungguh harta yang jumlahnya kurang dari pada laki-laki itu hanya menjadi milik pribadinya dan para wanita tidak perlu menyerahkan suaminya, Sedangkan saat para lelaki atau suami menerima warisan, maka sudah menjadi kewajiban laki-laki itu untuk menggunakan hartanya demi kebutuhan seluruh keluarga, anak-anak dan istrinya.
                Keistimewaan seorang wanita adalah ketika mereka diperbolehkan untuk memasuki pintu syurga melalui pintu manapun yang disukainya. Dan untuk semua itu, para wanita cukuplah melalui 4 syarat : Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, Taat kepada suaminya, Menjaga kehormatannya.
“Apabila seoran Istri sudah mendirikan sholat 5 waktu  dan berpuasa di bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan menaati suaminya, maka diucapkan kepadanya : Masuklah Syurga dari pinti syurga mana saja yang kamu hendaki”. (Riwayat Ahmad dan Thabrani)

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci. Dan kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai Ibadah…. Amiinn.. J

Sumber :


0 komentar:

Posting Komentar