Pages

Kamis, 23 Agustus 2012

Do'a


“Do’a ketika hatimu ragu akan seseorang yang engkau cintai”

Ya Robb….
Jika cinta ini karena pandangan pertama, janganlah engkau member hamaba kesempatan untuk pandangan selanjutnya.
Ya Robb….
Jika Sayang ini karena pertemuan pertama maka janganlah enkau beri pertemuan selanjutnya.
Ya Robb….
Jika getaran ini hanya kekaguman saat pertama jumpa janganlah engkau beri getaran di perjumpaan selanjutnya.
Ya Robb….
Jika rasa ini karena nafsu semata karena melihat apa yang ada padanya janganlah engkau beri kesempatan untuk melihatnya dihari berikutnya.
Tapi,,,,
jika Rasa ini
Cinta ini
Getaran ini
Sayang ini
Kekaguman ini
Karena MU
Maka ijinkanlah Cinta ini berlabuh pada nya yaitu dia yang memang namanya telah tertulis di Lauhul Mahfudz.
Dia yang memang telah engkau ttakdirkan untuk menjadi pellengkap kekurangan hamba.
Ya Robb….
Tiada cinta yang indah selain cinta karenaMU…
Semoga Allah menghindarkan diri kita dari Cinta sesaat…. Amiinnn….

“Wanita Sholehah lebih baik daripada Bidadari Syurga”


“Wanita Sholehah lebih baik daripada Bidadari Syurga”

Wanita Sholehah tidak boleh sembarangan mmencintai lelaki. Lelaki yang paling wajar dicintai oleh wanita sholehah ialah Nabi Muhammad SAW. Ini karena Nabi Muhammad SAW adalah pembela nasib kaum wanita. Baginda telah mengangkat martabat kaum wanita daripada diperlakukan dengan kehinaan pada zaman jahiliyah, khususnya oleh kaum lelaki.
                Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW juga Berjaya menyempurnakan budi pekerti kaum lelaki.
Ini membawa keuntungan kepada kaum wanita karena mendapat kebebasan dalam kawalan dan oerlindungan keselamatan oleh kaum lelaki, yaitu dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW menjadikan bapa atau suami mereka berbuat baik dan bertanggungjawab atas keluarganya. Demikian juga dengan kedatangan Rasulullah SAW telah menjadikan anak-anak tidak lupa untuk berbakti kepada ibu mereka, contohnya seperti Uwais Al Qarni.
Salah satu tanda kasih baginda SAW terhadap kaum wanita ialah dengan berpesan kepada kaum lelaki agar berbuat baik kepada wanita, khususnya ahli keluarga mereka. Rasulullah SAW sendiri menjadikan diri dan keluarga baginda suri teladan kepada kaum lelaki untuk bagaimana berbuat baik dan memuliakan kaum wanita.
Rasulullah SAW bersabda :
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan yang berbuat baik kepada ahli keluarganya”. (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi)
Sabda Rasulullah SAW :
“Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dari kamu terhadap keluargaku. Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi”. (Riwayat Abu ‘Asakir)
Tapi betul wanita sholehah itu lebih baik daripada bidadari syurga???
Daripada Umm Salamah, isteri Nabi SAW, katanya (didalam hadist yang panjang). Aku berkata, “Wahai Rasulullah, adakah wanita di dunia lebih baik atau bidadari?”.
Baginda menjawab, “wanita di dunia lebih baik daripada bidadari sebagaimana yang zahir lebih baik daripada yang batin.”
Aku berkata, “Wahai Rasulullah, Bagaimanakah itu?”
Baginda menjawab, “Dengan solat, puasa dan ibadah mereka kepada Allah SWT, Allah akan memakaikan muka-muka mereka dengan cahaya dan jasad mereka dengan sutera berwarna putih, berpakaian hijau dan perhiasan kuning….(hingga akhir hadist).” (Riwayat Al – Tabrani)
Terkejut bila membaca hadist ini dan ingin berkongsii bersama rekan-rekan lain. Sungguh tinggi derajat wanita sholehahah, sehingga dikatakan lebih baik daripada biddadari syurga. Semoga hadist ini menjadi inspirasi bagi kita semua dalam memperbaiki diri agar menjadi lebih baik daripada bidadari syurga. InsyaAllah…..
Tapi, bagaimanna yang dikatakan wanita sholehah itu? ikuti kisah berikut, semoga kita sama-sama beroleh pengajaran.
                Seorang gadis kecil bertanya kepada ayahnya, “Ayah ceritakanlah padaku perihal muslimah sejati?”.
Si ayah pun menjawab, “Anakku, seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata. Wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil, tetapi muslimah sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. Itulah yang terbaik”. Si Ayah terus menyambung, “muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutup bentuk tubuhnya yang mempesona itu. muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak mana kebaikan yang diberikkannya, tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujah kebenaran”. Berdasarkan ayat 31, surah An Nurr, Abdullah ibn abbas dan lain-lainnya berpendapat.
                Seseorang wanita islam hanyya boleh mendedahkan wajah, dua telapak tangan dan cincinnya dihadapan lelaki yang bukan mahram (As Syeikh said hawa di dalam kitabnya Al Asas Fit Tasir).
“Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga menghairahkan orang yang ada perasaan dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan yang baik-baik” (QS. Al Ahzab : 32)
“Lantas apa lagi ayah?” sahut puteri kecil terus ingin tahu. “Ketahuilah muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya. Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhawatirannya dirinyalah yang mengundang orang tergoda. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yan ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa rendah kehambaan kepada tuhan nya, dan ia senantiasa bersyukur dengan segala karuniaan yana di beri”.
“Dan ingatlah anakku Muslimah sejati bukan dilihat dalam sifat mesranya dalam bergaul tetapi dilihat dari sejauh mmana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul”.
setelah itu si anak bertanya, “Siapakah yang memiliki cerita seperti itu ayah?
Bolehkah saya menjadi sepertinya? 
mampu dan layakkah saya  ayah?”
si ayah memberikan sebuah buku dan berkata, “pelajarilah mereka!
supaya kamu Berjaya nanti. InsyaAllah kamu juga boleh menjadi muslimah sejati dan wanita yang solehah kelak, malah semua wanita boleh”.
Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan tersembunyi ISTERI RASULULLAH.
“Apabila seorang perempuan itu solat 5 waktu, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, maka masuklah ia kedalam Syurga dari pintu-pintu yang ia kehendakinya”. (Riwayat Al Bazzar)

JSemoga bermanfaat J

Sumber :



Memandang Orangtua termasuk ibadah


J Memandang Orangtua termasuk ibadah J
            Menurut Ibnu Abbas Ra. Rasulullah Saw bersabda: “Seorang anak yang memandang kepada Orangtuanya dengan pandangan cinta, akan dicatat Allah seperti amal-amal orang yang naik haji mabrur” (R. Ar-Rafi’I dalam sejarah kaspi dan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abil Iman).
Di dalam hadist lain diriwyatkan : “Seorang anak yang berbakti kepada kedua Orangtuanya, dan memandang kepada keduanya dengan rahmat dan penuh kasih, maka Allah akan mencatat pada tiap pandangannya itu senilai satu kali Haji mabrur”. Lalu ada orang yang bertanya : “Bagaimana kalau ia memandangnya seratus kali setiap hari?” Nabi Saw menjawab : “Allah maha besar dan maha pengasih, hanya dia yang bisa menghitungnya, kuat dalam segala-galanya, kehendak dan iradat-Nya tak terbatas”.
Dalam riwyat lain yang dibawakan oleh Al-Baihaqi dikatakan : “Apabila seorang anak melihat ayahnya dengan pandangan yang gembira, maka ia seperti telah membebaskan jiwa seseorang”. Dan ada yang bertanya : “Ya Rasulullah, meskipun melihatnya 360 kali?” Beliau bersabda lagi : “Allah maha besar dari itu!”.
Ibu kaum Mukminin Aisyah Ra berkata, bahwa Rasulullah bersabda : “Penglihatan pada tiga hal termasuk ibadah; melihat kepada ibu-bapak, melihat Al-mushaf (Al-Qur’an), dan melihat laut” (R. Abu Na’im, dan diriwayatkan juga oleh Abu Daud dengan sedikit perubahan : “Melihat Ka’bah, melihat wajah kedua Orangtua, dan melihat kitab Allah”).
Menurut beberapa orang sahabat, Raulullah pernah bersabda : ‘ Lima hal termasuk dari ibadah ialah; melihat Al-Mushaf, melihat ka’bah, melihat kedua orangtua, melihat zam-zam menggugurkan kesalahan, dan melihat wajah orang lain”. (R. Ad-Daruthni)


Sumber ::
ð  Judul buku : Birrul Walidain
ð  Penulis : Al-Ustadz Ahmad Isa Asyur
ð  Penerjemah : H. Salim Basyarahil
ð  Penerbit : Maktabatul  Qur’an

“Keistimewaan wanita dalam Isam”


“Keistimewaan wanita dalam Isam”
            Siapa yang dapat memungkiri bahwa islam memanglah rahmat bagi semesta alam. Islam adalah satu-atunya agama yang menentramkan lahir dan batin manusia. Barang siapa yang mengikutinya, maka kemuliaan akan melingkupinya. Barang siapa menyelaminya maka, kedamaian yang akan selalu menyertainya.
                Islam menyematkan kemuliaan dalam diri seorang wanita. Sang pesona dunia ini, diajarkan oleh Allah SWT untuk tetap menjadi indah dan yang terindahkan. Namun sayang, banyak manusia yang lemah iman dan lemah ilmuyang justru tidak bisa menikmati dan menyadari keindahan itu dala hati mereka. Dan begitu kencangnya fitnah yang tujuan akhirnya sangat jelas, yaitu melucuti keindahan wanita itu sendiri, dengan cara merendahkan mereka layaknya hewan, atau bahkan lebih rendah dari itu. Naudzubillah….
                Didalam islam, wanita diperintahkan oleh Allah untuk menutup aurat para wanita. Sungguh sesuatu yang mahal hargannya akan dijaga bahkan disimpan dan dirawat dengan sangat hati-hati dan dihadiahkan pula tempat teraman dan terbaik. Apakah pernah kita melihat seseorang membuang intan begitu saja??
                Jilbab adalah identitas kemuliaan seorang muslimah, dan sekaligus benteng mereka dari berbagai gangguan orang-orang jahat yang mempunyai niat jahat kepada mereka. Maka maha benarlah Allah dalam firmannya : “yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu”. (Q.S. Al-Ahzab : 59)
                Dan didalam Islam, seorang wanita jika dihadapkan kepada suaminya, memanglah ketaatan yang harus dilakukannya. Namun, seorang laki-laki wajib pula taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari sang ayah. Maka perhatikan baik-baik wasiat Rasulullah SAW, berikut ini….
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata:  “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab ‘Ibumu!’. Orang tersebut bertanta kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘kemudian Ayahmu”. (HR. Bukhari Muslim)
Diantara banyak fitnah yang dihembuskan oleh para musuh-musuh Islam, adalah hal yang menyangkut poligami. Mereka mengatas namakan penderitaan wanita yang di dramatisir sedemikin rupa, agar terlihat lebih simpatik. Bahkan sebenarnya betapa kasihan mereka tentang hal ini. Tingkah polah mereka semakin membuktikan kekurangan akal pada diri mereka. Apakah sudah sampai pada mereka bahwa bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntutkan kepadanya untuk menikahi satu wanita. Dan ini termaksuk pemuliaan pada wanita dmana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam, seperti Allah SWT firmankan di dalam Al-Qur’an : “Namun bila kalian khawatir tidak dapat berbuat adil maka nikahilah satu wanita saja”. (QS. An Nisa : 3)
Begitu dimuliakannya wanita dalam Islam, bahkan para suami yaitu manusia yang paling berhak atas istri-istri mereka, tetaap diperintahkan oleh Allah untuk tidak boleh berbuat sewenang-wenang kepasa istri mereka.
“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut”. (QS. An Nisa : 19)
Hal tersebut tetap berlaku walaupun sang suami dalam keadaan tidak menyukai istrinya. seperti firman Allah SWT berikut ini : “Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak”. (QS. An Nisa :19)
Dan memanglah, kasih sayang Islam begitu sangat melingkupi kaum yang memang diciptakan Allah SWT lebih lemah dari pada laki-laki ini. Maka dari itu, ketika wanita mendapat jatah kurang dari laki-laki , bukan karena tidak adanya keadilan Allah disana, tapi sungguh harta yang jumlahnya kurang dari pada laki-laki itu hanya menjadi milik pribadinya dan para wanita tidak perlu menyerahkan suaminya, Sedangkan saat para lelaki atau suami menerima warisan, maka sudah menjadi kewajiban laki-laki itu untuk menggunakan hartanya demi kebutuhan seluruh keluarga, anak-anak dan istrinya.
                Keistimewaan seorang wanita adalah ketika mereka diperbolehkan untuk memasuki pintu syurga melalui pintu manapun yang disukainya. Dan untuk semua itu, para wanita cukuplah melalui 4 syarat : Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, Taat kepada suaminya, Menjaga kehormatannya.
“Apabila seoran Istri sudah mendirikan sholat 5 waktu  dan berpuasa di bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan menaati suaminya, maka diucapkan kepadanya : Masuklah Syurga dari pinti syurga mana saja yang kamu hendaki”. (Riwayat Ahmad dan Thabrani)

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci. Dan kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai Ibadah…. Amiinn.. J

Sumber :


Sabtu, 11 Agustus 2012

Andai Ramadhan ini terakhir

Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir..

masih ada kesempatan untuk melaksanakan sholat di awal waktu
sholat yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu'
tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji
"innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin"
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...]

andai kita tahu ini Ramadhan terakhir.. ..

tidak akan kita sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran senantiasa kita bacakan dan perdengarkan kehadapan MU ...ya Rabb

andai kita tahu ini Ramadhan terakhir.. 

setiap malam kita sibukkan dengan 
bertarawih.. .berqiamullail. ..bertahajjud. ..
mengadu...merintih. ..meminta belas kasih
"sesungguhnya aku berharap untuk ke syurga-MU
dan....aku tak sanggup untuk ke neraka-MU"

andai kita tahu ini Ramadhan terakhir..

kita akan selalu bersama dengan mereka yang tersayang
kita isi Ramadhan dengan hal yang bermanfaat
kita buru...kita cari..suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan


andai kita tahu ini Ramadhan terakhir..

kita bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiapkan diri...rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan ...lorong-lorong ridha Ar-Rahman

Duhai Ilahi...

andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah Ramadhan ini paling berarti...paling berseri...
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu ...Ya Ilahi
yang bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

Namun teman....

tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi diri kita
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha...bersiap-siap ...bersedia ...meminta belas-NYA

Marhaban ya Ramadhan,

Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di ijabah,

Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,

dan untuk menambah khusyu-nya ibadah dibulan yang suci - yang penuh dengan berkah serta ampunan ini, saya pribadi ingin menghaturkan PERMOHONAN MAAF lahir dan bathin,

Semoga kita semua senantiasa berada dalam Rahmat dan Hidayah ALLAH SWT serta selalu sehat dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,