Kabut pagi masih menggantung di langit. Kicau burung bersahutan menyambut sang mentari yang kian menampakkan diri dan sinarnya ke seluruh penjuru bumi walau udara masih terasa begitu dingin. Gemercik air sungai kecil ke pinggiran jalan begitu jelas terdengar kala pagi itu. Enam gadis berjilbab dengan seragam panjang berjalan berpasangan, tak lupa obrolan hangat di sepanjang perjalanan mereka.
“wah,bagaimana ya nilai kita nanti?” Tanya seorang dari mereka.
“semoga aja bagus dan masuk kelas favorit” jawab satu lainnya
“amiiin” jawab mereka serempak
“ah, kamu sih enak Da,pasti nilaimu paling bagus”.
“kalian juga bagus-bagus” orang yang disebut Da tadi menanggapinya.
“tapi tetep aja bagusan kamu”
“udah ayo, cepat, nanti keburu masuk” yang lain menengahi.
Ke-enam gadis tadi mempercepat langkah mereka hingga akhirnya sampai di sebuah sekolah,tempat dimana kami pertama bertemu dan kenal juga menjalin ikatan persahabatan. Dinda,Vita,Via ,Rina ,Rika ,dan Lisna bersahabat sejak kelas 7 MTs dan hari ini tepat hari dimana kami ditentukan untuk naik kelas 9.
Raut wajah gembira tergambar jelas pada setiap wajah siswa, berbagai ungkapan terlontar berbeda setiap orangnya. Begitu juga 6 sahabat ini. Tanggapan-tanggapan kami begitu melihat hasil belajarnya.
“Tuh kan, Ida paling unggul nilainya”keluh Via
“ehh,kalian masuk kelas apa?” Tanya Dinda tanpa menghiraukan keluhan Via.
“9 Favorit ” serempak semua. Mereka saling tatap bergantian dan saling memberikan senyuman.
“Alhamdulillah ya,kita semua masuk kelas itu juga” ucap Via
“iya, barengan lagi deh kita” jawab ririn sambil tersenyum bahagia.
6 sahabat itu terlihat sangat bahagia, hasil yang kami raih memuaskan dan juga berhasil masuk 9 favorit. Kelas 9 favorit ,kelas yang selalu ditempati siswa-siswi kalangan peringkat atas *KELAS UNGGULAN*. Sejak kelas 7 juga mereka berhasil mendudukinya. Tak lupa syukur kami panjatkan kepada yang kuasa yang telah memberi keberhasilan kami semua.
>>>>>>>>
“Shadaqaullahul’adzim” diciumnya bagian depan kitab suci itu. Satu persatu santri meninggalkan musholla setelah pengajian selesai kami laksanakan. Udara dingin selalu terasa pada malam hari di Pondok Pesantren ini. Letaknya masih di Desa, jauh dari kebisingan kota membuat suasana asri masih tetap terjaga disana.
>>>>>>>>
“semester ini gak boleh pulang ya?” Tanya Via masih merapikan mukenanya.
“iya, ada pelajaran tambahan 2 miinggu, jadinya ga ada libur”jawab Rina.
“wahh,padahal udah kangen sama keluarga” Via sedikit murung.
“tak bertemu keluarga 6 bulan ternyata membuat kita rindu juga ya?” tambah Rika
“sabarlah,sebentar lagi juga ramadhan,kan pulang juga.” Vita menyahut.
“iya sih” jawab Via
Udah, gak usah di permasalahkan , ayo tidur, udah malam, nanti di marahin lagi” ajak Dinda
Kami pun membenahkan diri di atas tempat tidur masing-masing.
>>>>>>>>
Minggu pagi yang cerah. Semua santri telah berada di halaman pondok pesantren. Dengan seksama kami mendengarkan pengumuman dari salah satu Ustdzah, hari ini kami di tugaskan untuk membersihkan lingkungan pondok pesantren bersama-sama, dan setelah ustdzah mengumumkan semua berhambur menjalankan tugas. Ke-6 sahabat itu memilih bekerja di sebelah samping pondok putra. Ditengah aktifitas mereka,mata gadis ini tak berkedip-kedip, sepertinya ia memperhatikan sesuatu.
“heyyy,, lihat apa sihh??” Tanya Rika
“itu siapa?” semua melihat kearah pandangan Lisna.
“yang mana?” Tanya Vita yang belum mengerti siapa yang di maksud Via.
“itu looh, baju biru” Lisna menunjuk orang yang dimaksudnya.
“oh, dia Mario anak kelas 9 favorit juga,masa kamu ga tau lis?” jelas dan Tanya Vita. Lisna langsung menolehkan dahinya ke vita.
“iya kahh?” Tanya lisna penasaran.
“iyalahh,, kenapa emang? Ada apa sama dia?” jawab dan Tanya vita.
“kayaknya aku suka” jawab lisna sambil cengengesan. Raut wajah Dinda seketika berubah saat mendengar jawaban lisna, entah apa yang ia pikirkan,atau mungkin???
“Ah, ayo kerja” ajak via mengambil kembali sapu yang tadi ia bawa, dan di susul yang lainnya.
>>>>>>>
Karena “nila setitik, rusak susu sebelangga”. Pepatah itu seringkali ada benarnya. Setiap kehidupan pasti ada perkara di dalamnya, entah dalam kisah keluarga, pertemanan, atau bahkan cinta. Seseorang tak pernah tahu kapan masalah itu muncul, kapan dan dimanapun selalu ada, tinggal oranggnya saja, apa ia mampu menyelesaikan masalahnya.
Seorang gadis termangu menerawang langit luas. Tiba-ttiba seseorang menepuk pundaknya, jelas ia kaget dan tersadar dari lamunannya.
“kamu kenapa sih? Akhir-akhir ini ini kok aku liat kamu ngelamun terus, ntar kesambet looh” ujar lisna.
“gakpapa kok” Dinda berdiri dan meninggalkan via.
“kenapa sih tuh anak” piker lisna yang bingung melihat perubahan sikap dinda.
>>>>>>>>
“kamu tahu kan Din, aku tuh suka sama mario, tapi kenapa kamu tadi perhatian banget sama dia??” Tanya lisna , saat dia berada dalam kamar hanya dengan dinda yang masih berkutik dengan novelnya. dinda tak sama sekali menjawab pertanyaan lisna.
“Din” lisna sedikit menaikkan volume suaranya.
“emang kenapa??” jawab dinda santai.
“kalau seperti itu, ntar mario malah deket sama kamu, terus aku bagaimana?? Kamu tahu kan, sejak aku tahu dia, aku tuh langsung suka sama dia” ungkap lisna.
“teruss,,, terserah dia kan mau suka sama aku apa kamu!! Itu hak dia” lisna terkejut dengan perkataan sahabatnya yang satu ini.
“kamu juga suka sama mario??” Tanya lisna hati-hati.
“iya, sudah lama semenjak kamu belum kenal dia” dinda meletakkan novelnya lalu pergi.
>>>>>>>
Apa ini yang dinamakan sahabat??
Bukankah sahabat harus selalu terbukasatu sama lain, kenapa ini?
Kenapa ada yang tersembunyi??
Sejak kejadian itu, dinda tak lagi dekat dengan lisna, bahkan bicara berdua pun mereka tak pernah. Mereka seringkali menatap sinis saat berpapasan, dan itu membuat ke-4 sahabatnya mulai kebingungan. Apa yang terjadi??
“ kalian berdua kenapa sih??” Tanya via,ia menatap bergantian dinda dan lisna.
“ kenapa kalian diem-dieman kayak gini? Lanjutnya. dinda dan lisna tidak menjawab.
vita,rika,dan rina menatap bingung dan hanya mengangkat bahunya.
>>>>>>>>
Kenapa dia datang hanya membawa perkara? Apa salah jika itu datang untuk orang yang sama? Haruskah ada yang mengalah atau menghapus saja perasaan yang mereka rasakan? Atau….. akankah mereka berdua bertahan dengan keadaan seperti ini?
“kalau suka kenapa gak bilang?” nada yang di ucap lisna terdengar seperti menyindir.
dilda menoleh.
“apa sih? mario?” pertanyaan yang tepat. Seketika dinda dan lisna membuang muka.
“asstagfirullah… ingat, kita itu belum waktunya mikirin kaya gituan doang,jodoh itu urusan allah, dan kita belum cukup umur untuk hal itu” ujar vita panjang lebar.
“ingat kata bu ustdzah, pacaran ….islam tidak mengajarkan hal itu, cinta kepada allah aja kita belum sungguh-sungguh” rina angkat bicara.
“betul itu” kompak via,vita, dan rika
“apa kalian akan terus kaya gini, Cuma karna mario?? Tanya via
Tetapi dinda dan lisna masih saja diam, entah apa yang mereka pikirkan, apa mereka akan tetap bersama ego mereka masing-masing ataukah persahabatan yang telah lama mereka jalin yang mereka pilih.
“terserah kalian lah, mau bagaimana, yang pasti aku ingin kita tetap bersahabat” via merebahkan tubuhnya, mengakhiri pertanyaan-pertanyaan yang tak juga mendapat jawaban.
>>>>>>>
Saat semua terungkap, akankah semuanya akan kembali? Rasa yang datang bersamaan itu seketika harus di lenyapkan. Seperti daun yang berguguran, namun saat itu juga ia bersemi kembali. Seperti itulah yang dirasakan 6 bersahabat saat ini.
“eh, ternyata mario udah punya pacar loohh” kata rina, sambil mengaduk-aduk es kelapanya
“ohh yaa??” rika meyakinkan
“iyaa” semua pandangan beralih pada dinda dan lisna.
“apa kalian masih bertahan?” via bertanya. dinda dan lisna saling pandang lalu tersenyum.
“maafin aku yah” dinda mengulurkan tangan kanannya dan dibalas lisna.
“maafin aku juga” semua tersenyum
“apa kalian udah ngelupain mario?” Tanya vita
“secepat ini? Ga mungkin lah, tpi aku akan berusaha ngelupain dia” jujur dinda
“walau berat” lanjut lisna
“gitu dongg,,jadi ,,,,” omongan rika menggantung
“KITA SAHABAT” lanjut yang lainnya diiringi senyuman.
Enam (6) sahabat itu kembali tersenyum tanpa beban apapun. Persahabatan kami pun lulus di uji, saat masalah itu datang, kami bersama-sama menyelesaikannya, masalah kecil karna hal yang kecil pula, tapi mungkin bias merusak semua. Cinta ,,,,bahkan ia pun bisa di kalahkan oleh SAHABAT.
PERSAHABATAN ITU MERUPAKAN HAL TERINDAH YANG BISA DI MILIKI SIAPAPUN DAN KITA YANG MEMILIKINYA, BERSYUKURLAH, KINI AKU PUN AKAN MENJAGA PERSAHABATAN KU DENGAN SAHABAT-SAHABAT YANG KU SAYANG.
>>>THE AND<<<



